Profile


I.              MUKADDIMAH

Dalama rangka turut serta membantu dalam melaksanakan Pembangunan Nasional Khususnya dalam bidang mental spiritual melalui Gerakan Pemahaman dan Pengalaman Al –Qur`an, Kami  Lembaga Pendidikan Ilmu Al Qur`an (LPIQ) Kutai Timur di Sangatta, Cab. LPIQ Samarinda Kalimantan Timur, mengajak masyarakat  /  umat islam yang berada di kawasan Kaltim, Khususnya daerah Kutai Timur agar dapat turut serta merintis Gerakan Nasional Pemahaman dan Pengamalan Al-Qur’an di Indonesia dengan tujuan
meningkatkan kuwalitas, moralitas dan etos kerja umat islam, sehingga dapat memberikan kontribusi yang optimal dalam pembangunan Nasional.

II.            TUJUAN, VISI, MISI DAN USAHA LPIQ KUTAI TIMUR DI SANGATTA

Tujuan                  :
1.    Turut serta membantu Pemerintah dalam mensukseskan Pembangunan Nasional Khususnya dalam  Pembangunan bidang mental dan spiritual melalui Gerakan Nasional Pemahaman dan Pengamalan Al-Qur’an
2.    Mengaktualisasikan nilai-nilai Al Qur`an dalam Kehidupan Pribadi, Keluarga Masyarakat, Bangsa dan Negara.
VISI dan MISI       :
1.    Mendorong Tumbuhnya Kesadaran Umat Islam dalam Membaca, Memahami, Menghayati dan Mengamalkan Al Qur`an sehingga tercipta kondisi kehidupan yang Qur’ani.
2.    Gerakan Nasional Mencerdaskan Umat Islam terhadap Kitab Suci Al-Qur`an.
Untuk merealisasikan tujuan, visi dan misi tersebut, LPIQ Kutai Timur di Sangatta melakukan usaha-usaha sebagai berikut :
1.    Menyelenggarakan pendidikan, pelatihan dan pengajaran Al-Qur’an baik formal maupun non formal.
2.    Menyelenggarakan kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan dan kegamaan
3.    Mengadakan penyuluhan dan bimbingan dalam rangka pembinaan dan pemahaman terhadap Al-Qur’an.
Atas dasar tersebut, LPIQ Kutai Timur di Sangatta, bermaksud merubah paradigma atau pemikiran lama ke pemikiran baru, sebagaimana contoh :
Pemikiran Lama :
Ibadah yang ikhlas karena Alloh tidak harus mengeluarkan biaya, kecuali haji, umrah, zakat, aqiqah dan sebagainya, sedangkan mengaji tidak harus membayar atau membayar “cukup seikhlasnya saja”.


Pemikiran Baru :
      Setiap usaha yang menyebabkan sah dan diterimanya ibadah wajib, maka hukumya adalah wajib. Apabila dalam pelaksanaanya memerlukan biaya, maka pemenuhan terhadap biaya juga wajib diusahakan.”Ma la yatimmu al wajib illa bihi, fahuwa wajib”.
Pemikiran Lama :
      Untuk mengaji dan belajar agama , cukup menggunakan kitab, dan jamaah/ santri cukup mendengar saja.
Pemikiran Baru :
      Sesuai dengan perkembangan IPTEK, maka pengajian dapat dipermudah dalam penyampain materi kajian apabila disampaikan dengan sarana instan seperti proyektor dan Laptop.
III.           GERAKAN NASIOANAL PEMAHAMAN AL-QUR’AN

Berangkat dari kenyataan diatas, sebuah Gerakan yang peduli untuk mengembalikan orang islam menuju Al-Qur’an telah dirintis, yang berpusat di Kompleks Masjid Istiqlal Jakarta dengan sebuah lembaga yang bernama : Lembaga Pendidikan Ilmu Al Qur`an Nasional.

Lembaga ini telah menyebar hampir keseluruh provinsi dan kota termasuk Kalimantan Timur, dan khususnya Kabupaten Kutai Timur  pada Januari 2009.

LPIQ Kutai Timur di Sangatta, sejak dibuka dua tahun yang lalu hingga sekarang Alhamdulillah masih terus exist berkembang ditengah-tengah masyarakat Kutai Timur. Hal tersebut tidak lain hanyalah sebagai keinginan dalam pembuktian dalam merubah pola fikir kaum muslimin dari pemikiran lama : ”bahwa Al Qur`an cukup dibaca sudah memperoleh pahala”, menuju pemikiran baru : ”bahwa untuk pengamalan ajaran agama yang benar harus memahami kandungan kitab Suci Al Qur’an, yang merupakan acuan pokok.

Kendala dan hambatan merupakan tantangan tersendiri, walaupun sekian lama telah berdiri dengan memikul beban berat yang selama ini dirasakan, kami akan berusaha tidak akan putus asa dalam mewujudkan tujuan, visi dan misi LPIQ.
Oleh karena itu dengan beberapa pertimbangan perlu kami sampaikan kepada beberapa pihak untuk sama-sama dicarikan jalan pemecahannya, anatara lain dengan penawaran program berikut ini.

IV.          PROGRAM PENCIPTAAN MASYARAKAT QUR’ANI DI BUMI KUTAI

LPIQ Kutai Timur di Sangatta menelorkan satu gagasan Program Penciptaan Masyarakat Kutim yang Qur’ani, dengan harapan :
Akan turun barokah dari langit sehingga dampak yang dirasakan adalah ; kemanan dan ketentraman. Masyarakat yang tentram lahir dan bathin, akan mudah ditata dan diarahkan. Memudahkan pemerintah untuk mengatur strategi apapun, apabila rakyat patuh.
     
Program ini sangat mungkin terlaksana, apabila ditopang dengan tiga pilar, yang masing-masing pilar akan saling mengisi dan menerima (take and Give).

·         Pilar Pertama : Instansi/Dinas pemerintah/swasta yangterkait langsung degan pembinaan umat beragama, yaitu : Pemerintah Daerah, beserta jajaran DPRD, Kanwil/Kantor Kemenag, MUI, BAZ yang kesemuanya memiliki kewenangan sesuai bidangnya, dapat membantu jama’ah yang memerlukan bantuna financial, serta membantu LPIQ yang memerlukan tambahan fasilitas.
·         Pilar Kedua : Komunitas masyarakat dengan kemampuan baca Al Qur’an yang cukup berpotensi menjadi panutan masyarakat sekitarnya, memiliki keinginan kuat untuk belajar memahami Al Qur’an namun terkendala dana.
·         Pilar Ketiga : LPIQ Kutai Timur di Sangatta Sebagai pihak yang menggagas program ini bertindak menjembatani terlakasananya kepentingan kedua sisinya.
Keunggulan program masing-masing pihak :
Index
Penilaian
Bagi
Publik Figur/Donatur
Bagi
Masyarakat binaan
Bagi LPIQ Sangatta
Kutai Timur


Kewajiban
-          Menanggung Bia ya
-          Ikut sebagai Peserta
-          Pelindung HPPTQ
-          Mengikuti Program
-          Memberikan dukungan
-          Anggota HPPTQ
-          Menyeleraskan Program
-          Mengkoordinir Permasalahan

Manfaat
Mendapat simpati public
Terbantu dana belajar
Tersedianya Peserta



Hasil Akhir
-          Mensyiarkan agama melalui Al Qur’an
-          Membangun Akhlaq mulia
-          Mengharap ridho Alloh
-          Mensyiarkan agama melalui Al Qur’an
-          Membangun Akhlaq mulia
-          Mengharap ridho Alloh
-          Mensyiarkan agama melalui Al Qur’an
-          Membangun Akhlaq mulia
-          Mengharap ridho Alloh

V.            SASARAN PROGRAM KERJA SAMA SEGI TIGA EMAS

Alasan Pencetusan program

LPIQ Kutai Timur di Sangatta adalah cabang dari LPIQ Samarinda Kalimantan Timur yang juga bertugas sebagai kepanjangan tangan LPIQ Nasional Masjid Istiqlal Jakarta  yang selama ini telah melaksanakan program Reguler, berupa sosialisasi program yang ditujukan kepada masyarakat secara luas, namun hasilnya belum optimal.

Berdasarkan pengamatan, kendala utama adalah kekurang mampuan calon peserta untuk membiayai sendiri program ini, sementara semangat belajarnya tinggi. Untuk meningkatkan kwalitas kaum muslimin Kalimantan Timur khususnya di Kutai Timur, program ini cukup mengena dan adapun kendala yang ada perlu dicarikan solusi yang tepat, salah satunya menciptakan hadirnya Bapak Asuh program ini.



Sasaran Program
·         Sebagai bapak asuh : Figur calon pemimpin Kutai Timur kedepan yang peduli untuk meningkatkan kwalitas rakyat KUTIM
·         Calon peserta program : komunitas kaum muslimin yang berpotensi untuk menjadi pantutan masyarakat sekitarnya, misalnya pengurus masjid dan jama’ahnya, tokoh masyarakat lain (Pengurus kematian) yang kurang mampu secara financial, majlis Taklim.

Pertimbangan Tekhnis
·         Upaya mencari dukungan  tidak bisa dipisahkan dengan tersedianya danan dan dengan tekhnis apapun dana tetap keluar
·         Penyaluran dana melalui program ini tidak menimbulkan kecemburuan social, sebab tersebar secara merata dan proposional, berbeda dengan “Hadiah” berupa ibadah umroh atau haji yang hanya di nikmati oleh beberapa orang saya sebagai tokoh kunci. Demikian khitanan masal, penerima bantuan langsung belum memiliki hak pilih.
·         Penyaluran dana melalui program ini tidak bisa dikatakan money poitik, bahkan dengan niat ibadah karena Alloh SWT, pada kemungkinan terjelek “belum terpilih” masih mendapatkan padahal di sisi Alloh SWT.
Pertimbangan Politis
·         Program ini adalah program jangka ppanjang (persemester : 6 bulan, dengan total paket sebangak 15 semester). Tetapi bukan curi start.
·         Melalui program ini dapat “menghimpun dukungan dikandang lawan” sebab dapat dijalankan di kabupaten/ kota manapun.
·         Inysa alloh program ini dapat diterima oleh semuan golongan dan partai manapun yang berbasis islam.


VI.          PERHITUNGANN ANGGARAN BIAYA YANG DIPERLUKAN UNTUK PELATIHAN / PEMBELAJARAN TERJEMAH AL QUR’AN SISTEM 40 JAM

·         Pertama :
a.    Iuran @ Rp. 450.000.-/Peserta
b.    1 kelompok minimal 15 – 23 orang peserta.
c.    Pelaksanaan pembelajaran / pelatihan terjemah Sistem 40 jam perpaket selama 6 bulan terdiri dari :
1.    Pembelajaran / pelatihan dilaksanakan 1 kali seminggu selama enal (6) bulan dengan 23 kali pertemuan terdiri dari :
a.    Kuliah Perdana / Pembelajaran awal                               1 kali pertemuan
b.    Pembelajaran / Pelatihan                                      20 kali pertemuan
c.    Evaluasi                                                                1 kali pertemuan
d.    Ujian Khir untuk masuk ke paket selanjutnya      1 kali pertemuan
e.    Jumlah keseluruhan                                             23 kali pertemuan
2.    Waktu Pembelajaran / Pelatihan dilaksanakan setiap 2 jam pembelajaran @45 menit sama dengan 90 menit setiap pertemuannya.
·         Kedua
Sasaran minimal untuk satu kabupaten / kotamadya = 35 masjid / majlis taklim / shalawatan ibu-ibu / kelompok pembelajaran.
·         Hasil pelaksanaan diprediksikan
a.    35 masjid / kelompok pembelajaran / pelatihan
35 X 15 peserta      = 525 Peserta
b.    Pengaruh keluarga masing-masing peserta minimal 1 orang
1 orang X 525 Peserta       = 525 orang.
c.    Pengaruh peserta pelatihan dengan jumlah 200 peserta dengan latar belakang : seorang tokoh masyarakat / pemuka agama / imam masjid sangat mempengaruhi terhadap jama’ah masjid / majlis taklim / shalawatan ibu-ibu dan masyarakat sekitanya, dan diprediksi mampu menggaet minimal 4 orang.
4 orang X 200 Peserta                   = 800 orang
Jumlah keseluruhan                                   = 1850 Orang / peserta
·         Perhitungan biaya yang diperlukan 1 kabupaten / kotamadya minimal untuk 35 kelompok pembelajaran dan pelatihan sebagai berikut :
35 kelompok X 15 Peserta X Rp 450.000.- = Rp. 236.250.000.-
(Dua ratus tigapuluh enam juta duaratus limapuluh ribu rupiah)
·         Tekhnis Pelaksanaan Progra terjemah Al qur`an system 40 jam tiap kabupaten / kota se Kalimantan Timur, masing-masing selama 7 bulan dengan jadwal sebagai berikut :
a.    Tanggal 1 s/d 10     : Silaturahmi ke           : Pemerintah Daerah Kab. Kutai Timur (Pemda)
                        : Kepala kemenag Kab. Kutai Timur
                        : Ketua MUI Kab. Kutai Timur
                                                            : Membuat jadwal       : Sosialisasi
                                                                                                : Penugasan Instruktur LPIQ
b.    Tanggal 12 s/d 25   : melaksanakan          : Sosialisasi
: Pematangan dan Pelatihan Instruktur
c.    Tanggal 26 s/d 30   : melaksanakan :
1.    Inventarisasi / pendaftaran peserta pembelajaran yang dihadiri oleh seluruh peserta pembelajaran / pelatihan dengan acara sebagai berikut :
a.    Pembukaan
b.    Sambutan   : ketua pelaksana
: LPIQ nasional / LPIQ Provinsi
c.    Kesan dan pesan dari embina sekaligus membuka secara resmi pembelajaran dan pelatihan terjemah Al Qur`an tahun 2011
·         Proses Pembelajaran :
1.    Tahap awal penjaringan peserta (sosialisasi0 selama 1 bulan
2.    Pembelajaran dan pelatihan selama 6 bulan

Pengaruh jangka panjang.
Ø  Komunitas masyarakat Muslim Kutai timur kedepan diharapkan memilik wawasan yang lebih luas, yang memungkinkan terciptanya maysarakat madani.
Ø  Peserta program dapat menularkan ilmunya kepada anak cucunya dn sanak saudara serta masyarakat sekitar,
Ø  Atas jerih payah memperjuangkan Al Qur`an, sangat mungkin terjadi Alloh SWt, akan menurunkan berkah yang tidak kita duga-duga.

VII.         Reverensi pendukung

Secara kelembagaan, LPIQ telah memiliki akar dan jaringan yang kokoh, berpusat pada LPIQ Nasional masjid Isriqlal Jakarta yang telah memilik cabang yang tersebar hampir di seluruh provinsi dan kota di Indonesia.

LPIQ Samarinda adalah selaku penanggung jawab penuh terhadap pelaksanaan LPIQ Kutai Timur di Sangatta telah dikelola secara professional dengan melalui rekrutmen calon instruktur baik terjemah maupun Pra terjemah melalui seleksi yang ketat dan di tangani langsung oleh LPIQ Nasional Jakarta.